Tracking Aktivitas Coding dengan WakaTime.com


Pernahkah kalian menghitung waktu yang dihabiskan untuk coding dalam keseharian? Kalau saya beberapa kali, menggunakan beberapa tool yang tersedia secara gratis di luar sana, semisal trackingtime.co. Sebenarnya, aplikasi tersebut lebih dari sekadar menghitung waktu yang kita habiskan untuk bekerja, tapi juga membantu programmer mengatur berbagai project dan task agar pencapaian sesuai dengan rencana.

Sayangnya, dalam trackingtime.co, kita harus memberikan instruksi pada timer untuk memulai dan mengakhirinya secara manual. Hal yang begini rawan kelewatan, seringkali lupa untuk memulai dan mengakhiri timer sehingga waktu yang dihabiskan untuk bekerja tidak sesuai dengan apa yang kita lakukan sebenarnya. Walau begitu, jika kita melakukannya dengan benar, kita akan mendapati laporan cerdas seberapa efektif dan seberapa banyak goal yang kita capat dalam menyelesaikan tugas.

Kenapa perlu tracking time seperti di atas?

  • Untuk mengetahui kuantitas dan kualitas kegiatan coding kita.
  • Sebagai media pendukung portofolio kalau keseharian kita terbiasa dengan tool yang tertera pada daftar riwayat hidup.
  • Memudahkan dalam sistem gaji yang dihitung per jam.

Kini, ada tool alternatif dengan fungsi yang serupa, namanya WakaTime.com. Dengan slogannya yang tertulis Quantify your coding, WakaTime punya fungsi untuk tracking waktu yang kita habiskan untuk coding. Berbeda dengan trackingtime.co yang mengharuskan kita memberikan instruksi dulu kepada time, di WakaTime, semuanya otomatis dilakukan mulai dari kita mengetik sampai dengan berakhirnya tulisan dan melakukan penyimpanan ke storage.

Tak hanya durasi aktivitas yang dilacak, tapi juga editor yang digunakan, berkas apa yang digunakan, dan bahasa pemrograman/tool yang dipakai.

Sebelum aktivitas kita dilacak, ada hal pertama yang harus dilakukan, yaitu mengintegrasikan WakaTime dengan editor yang sering kita gunakan. Nah, di sinilah kelebihan yang diberikan WakaTime, karena dia sudah mendukung berbagai editor populer seperti Sumblie Text, Atom, PHPStorm, bahkan sampai dengan OhMyZSH dan bash. Beberapa aplikasi lain masih berwarna abu-abu yang berarti belum didukung sepenuhnya, namun saya yakin saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Integrasinya sendiri berbeda-beda untuk tiap editor. Namun tata caranya cukup jelas dipahami dan diterapkan.

Perlu diketahui, setiap integrasi dengan editor apapun, dibutuhkan data berupa API KEY. API KEY ini didapatkan pada menu setting sesaat setelah selesai mendaftar di website resminya. Adapun keaangotaannya sendiri bersifat gratis sampai saat ini.

Jika sudah berhasil diintegrasikan dengan editor favorit, cobalah untuk membuka halaman dashboard (login terlebih dahulu) untuk memastikan integrasi sudai sesuai intruksi dan aktivitas mulai terlacak oleh WakaTime. Pada halaman dashboard, data yang ditampilkan bersifat realtime. Sedikit berbeda dengan halaman profil publik yang datanya bersifat delayed (ditunda, sedikit terlambat). Mungkin butuh beberapa proses tambahan sebelum data tersebut benar-benar matang dan ditampilkan ke publik.

Tak peduli seberapa sering berpindah mesin, selama editor yang saya gunakan selalu diintegrasikan, maka WakaTime akan terus melacak dan mencatat aktivitas coding saya.

Jadi, apakah tool ini cukup berguna bagi kalian?

Tak Berkategori

Yugo Purwanto

Pemrogram PHP dan JavaScript yang sedang sibuk mengembangkan aplikasi Glosarium Bahasa Indonesia.

Tinggalkan Balasan